- Ilmu menjaga orang yang memilikinya, sedangkan orang yang memiliki harta “menjaga harta”.
- Ilmu mengajak kepada tawadhu’ dan menghambakan diri kepadaNya, sedangkan harta mengajak kepada congkak, yakni ilmu yang mangajak kepada “sifat menghamba” dan harta mengajak kepada “sifat raja”
- Ilmu mendorong nafsu dan menyampaikannya ke alamat keberuntungannya, yang diciptakan untuk nafsu. Sedangkan harta menghalangi antara nafsu dan keberuntungannya (sa’adah)
- Kaya ilmu lebih mulia daripada kaya harta. Kaya harta adalah kaya di luar hakikat manusia. Bila suatu malam harta hilang, maka menjadi fakirlah orang yang kaya. Sedangkan kaya ilmu tidak takut fakir, bahkan selalu bertambah terus selamanya. Itulah kekayaan hakikat, seperti dikatakan: “saya kaya harta tanpa harta, tidak butuh kepada harta manusia keseluruhannya. Sesungguhnya kekayaan yang agung adalah tidak membutuhkan harta, bukannya banyak harta.
- Kesenangan harta itu bila bercampur dengan manusia. Dan ini merupakan sumber bencana dan kesusahan. Dengan adanya perbedaan watak, keinginan dan kepentingan, maka tidak mungkin menyenangkan semuanya. semakin lama berkumpul, maka semakin bertambahlah kesusahan, kekesalan dan lain sebagainya. Hanya kejelekannlah yang dia terima dari kerabat, tetangga, dan orang lain, bahkan orang yang dia tidak kenal. Sifat ini tidak ada bagi orang-orang yang berilmu
- Harta hanyalah sebagai wasilah (perantara), untuk mendapatkan kenikmatan yang lain. Kenikmatan harta sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah menghilangkan penyakit saja. Misalnya makan hanyalah menghilangkan penyakit lapar saja. Bila makan dalam keadaan tidak lapar, maka tidaklah mendapatkan kenikmatan makanan tersebut.
- Kelazatan dunia yang berasal dari makanan, minuman, pakaian, perumahan dan pernikahan adalah kelezatan perut “farij” saja.
- Ilmu dan iman menghasilkan kelezatan yang menyenangkan. Akan tetapi, untuk mendapatkannya harus bersusah payah, sabar dan berani menderita
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. "Ilmu merupakan makanan pokok bagi jiwa oleh karenanya jiwa akan menjadi hidup dan jasad akan memiliki adab."
Minggu, 18 Desember 2011
Hikmah: Ilmu Melebihi Harta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar