Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Penggunaan Komputer dalam Penelitian Kualitatif

Beberapa tahun yang lampau komputer telah digunakan untuk menganalisis berbagai macam dokumen. Banyak memang ditemui program-program komputer untuk menganalisis data-data dalam penelitian kuantitatif. Ternyata saat ini cukup banyak pula program-program komputer sederhana untuk memproses data berupa kata-kata. Misalnya kutipan-kutipan dalam sebuah paragraf yang menjadi kata kunci. Atau misalnya dalam program Microsoft word seorang peneliti menggunakan piranti search(pencarian) find and replace untuk mencari kata-kata atau kalimat dengan kata kunci misalnya: demokrasi, nuklir, radioaktif, terror, nganu dan lain-lain.
Beberapa hal yang paling menonjol pada penggunaan komputer untuk pengolahan data adalah kecepatan, tingkat ketelitian, daya tahan dan keserbagunaannya. kecepatan software pengolah data komputer pada pemrosesan analisis data terjadi hanya dalam hitungan beberapa detik.

Tingkat ketelitian dari pengolahan data dengan komputer tidak perlu diragukan lagi apabila software pengolah data yang digunakan sudah teruji. tidak perlu mengecek, menghitung atau menganalisis ulang hasil output komputer, asalkan data yang diinput sudah benar. daya tahan komputer, sebagai sarana kerja, jauh di atas daya tahan manusia. komputer dapat terus menerus digunakan untuk proses pengolahan data tanpa merasa lelah selama program tidak rusak atau listrik tidak mati.
Penelitian kualitataif secara alamiah merupakan sejumlah kompilasi data. Oleh sebab itu banyak para peneliti menggunakan komputer untuk membantu mereka mengorganisasi data dan informasi. Ada banyak alasan kenapa menggunakan komputer namun berdasarkan Richards and Richards (1993),"Komputers [offer] to address each of the obvious barriers to qualitative analysis by manual methods--limitations on size, flexibility and complexity of data records, and systems of theorizing about data."Komputer telah menggubah hambatan-hambatan dalam analisis kualitatif dengan metode manual dalam pengolahan data canggih . Penggunaan komputer untuk penelitian kualitatif dapat memberikan penelitian lebih terukur dan diakui sebab ada kesatuan antara komputer dan data. Program penelitian juga membantu peneliti menganalisis data sebelumnya untuk dipelajari.Terakhir komputer lebih cepat dalam memroses data dan mencari data dalam text. Komputer Programs for Qualitative Analysis, Weitzman and Miles (1995), beberapa catatan mengenai kegunaan komputer dalam penelitian kualitatif:

Making notes in the field (membuat catatan penelitian)

Writing up or transcribing field notes(menuliskan atau mentranskripsikan data penelitian)

Editing: correcting, extending, or revising field notes (mengedit, mengoreksi, menambah, atau merevisi data)

Coding: attaching keywords or tags to segments of text to permit later retrieval( memberi kode, menyertakan kata-kata kunci, atau bagian kalimat )

Storage: keeping text in an organized database (menyimpan data pada kelompok data)

Search and retrieval: locating relevant segments of texts and making them available for inspection(mencari dan meletakkan beberapa teks dan membuatnya sesuai untuk dilihat kembali)

Data "linking": connecting relevant data segments to each other, forming categories, clusters, or networks of information (koneksi, hubungan datda dengan data lainnya, bentuk kategori, atau jaringan komunikasi)

Memoing: writing reflective commentaries on some aspect of the data as a basis for deeper understanding (catatan; catatan reflektif dengan komentar-komentar pada beberapa aspek data sebagai dasar pengertian)

Content analysis: counting frequencies, sequence, or locations of words and phrases (Analisis isi : menghitung frekuensi, jarrak, lokasi dari kata atau frase)

Data display: placing selected or reduced data in a condensed organized format, such as a matrix or network, for inspection(penyampaian data : peletakan data yang diseleksi atau yang tak perlu dalam format yang baik)

Conclusion-drawing and verification: aiding the analyst in interpreting displayed data and testing findings (Kesimpulan, penggamabaran dan verivikasi: penambahan untuk diinterpretasikan dan ditest)

Theory-building: developing systematic, conceptually coherent explanations of findings; testing hypotheses(penyusunan teori, pengembangan secara sistematik, koheresi konsep , pengujian hipotesis)

Graphic mapping: creating diagrams that depict findings or theories( pemetaan grafik , pembuatan diagram )

Preparing interim and final reports(laporan akhir)

Sebelum memilih program untuk penelitian kualitatif, peneliti seharusnya tidak hanya familiar dengan program tetapi juga paham dengan baik kebutuhan dan fungsi penelitian. Fleksibilitas dan kemudahan dalam penggunaan merupakan dua hal yang harus dipertimbangkan menurut Weitzman and Miles. Mereka menjelaskan bahwa sebelum memilih program komputer peneliti harus mencari tahu apa kebutuhan dalam penelitiaannya, jika tidak dapatkah program tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan penelitian. Untuk diperhatikan bahwa peneliti harus mempertimbangkan betapa sulitnya menggunakan dan mempelajari sebuah program. Peneliti harus mencari tahu dan mempelajari dari buku manual atau pertolongan lainnya yang dapat mendukung. sumber
»»  READMORE...

Software Analisis Kualitatif

Banyak ditemukan berbagai produk program komputer di pasaran yang telah direkomendasikan oleh para ahli untuk penelitian kualitatif. Berikut ini beberapa program unggulan ditempilkan dari sekian banyak program komputer yang telah ada.
ATLAS/ti
Program komputer untuk menginterpretasi teks, mengatur teks dan membongkar teks untuk mencari konsep-konsep (membangun teori).
Dapat diaplikasikan pada bidang  ilmu pengetahuan sosial, Ekonomi, Ilmu Pendidikan, Kriminologi, penelitian pasar, pengatuaran kualitas,t heology. Program ini sesuai  untuk IBM PCs and compatibles (DOS version).  A 32-bit Windows version (Windows 95, Windows/NT and Windows 3.1). .Sekarang sudah dikeluarkan versi Xp yang dapat dipakai oleh setiap orang.
Tujuan dari program ATLAS.ti adalah untuk membantu peneliti menganalisis secara sistemeatis fenomena data yang kompleks dan multimedia data.program ini menyediakan peralatan untuk member tahu letak, kode, kutipan pada data primer, evaluasi hal-hal penting dan menayangkan hubungan diantara data tersebut. ATLAS.ti cdapat menampung data –data yang banyak dan menyimpan semua catatan, kutipan, kode dan memo untuk penelitian lebih mendalam  untuk data-data utama termasuk teks gambar, suara, rekaman video dan peta. Ditambahakan disediakan alat analisisi dan visuaslisasi untuk merancang interpretasi baru pada bahan penelitian.

Code-A-Text
Code-A-Text adalah paket program untuk membantu psikoterapist. Ini dirancang untuk memfasilitasi analisis percakapan dengan terapis di tempat klinik, guru-guru dan peneliti ingin mengetahu atau memahami ide dan struktur dari teks yang digaris bawahi. Program tersebut membantu menganalisis teks termasuk proses pemberian catatan, memberikan pertanyaan pada awal dan akhir dan memberikan analisis.Segera akan diluncurkan pula program yang akan mengnganalisis suara. Code-A-Text diciptakan oleh  Dr Alan Cartwright, a psychotherapist Ia adalah  Director of the Centre for the Study of Psychotherapy, University of Kent di  Canterbury, UK (United Kingdom) Inggrish.

Ethnographv
Program penelitian kualitatif dan analisis data,memfasilitasi dan mengatur analisis teks berdasarkan data seperti transkripsi interview, pengelompokan data, pemberian catatan, catatan harian, catatan peretemuan, dan data-data lainnya. Menurut keterangan sumber bahwa program ini telah digunakan sejak tahun 1985 telah beredar sebanyak 5000 cd. Dapat digunakan pada komputer  IBM and compatible komputers dengan  a 286 or later processor, 2MB of ukuran hardisk and a minimum of 2MB RAM required. Sekarang di dpat diperoleh Ethnographv V6 yng berjalan pada Win XP.
Kwalitan 4.0
Kwalitan adalah program pendukung untuk analisis data kualitatif, seperti pembicataan, wawancara dan observasi, atau bahan-bahan tulisan  seperti artikel di Koran, berita harian, manuskrip purbakala, dan lain-lain. Pada dasarnya program ini khusus diproduksi untuk kebutuhan penelitian kualitatif dengan pendekatan teori dimana peneliti mencoba menggeneralisasikan rancangan teori sebagai bahan interpretasi bahan
NUD*IST 
Program ini membantu peneliti menganalisis data tak berstruktur dan bukan angka dengan member indeks, NUD*IST or Non numerical Unstructured Data Indexing Searching and Theorizing software. Program ini cocok untuk sebuah analisis sederhana seperti membuat transkrip teks membuat ringkasan dari kumpulan keterangan dan menganalisis teks. Ini dirancang untuk berbagai keperluan analisis data dengan kode-kode otomatis, menaganalisis table untuk proses analisis.
Perangkat lunak ini adalah pilihan yang baik untuk analisis sederhana, seperti transkrip teks dari ringkasan kelompok fokus atau data survei terbuka untuk konstruksi teori yang lebih kompleks dan analisis. Hal ini dirancang untuk mengotomatisasi banyak pekerjaan membosankan yang terkait dengan analisis data kualitatif, dengan auto data coding menandakan teks, mengimpor data tabel dan menggunakan file perintah untuk mengatur proses analisis. Sebuah QSR NUD * proyek IST berisi dokumen data, yang dapat di- baris teks dokumen, atau off-line dokumen apapun. Ini menangani dokumen melalui manajemen dokumen, pencarian (termasuk pencarian teks) dan sistem tampilan. Hal ini juga berisi Sistem Indeks komprehensif untuk memegang kategori konsep, fakta, dan ide-ide, dan untuk pengkodean dokumen proyek dengan menggunakan kategori tersebut, mendefinisikan dan menganotasi kode-kode, kode-kode taksonomi mengorganisasi, dan menampilkan data mereka. Anda dapat indeks dan menganalisis jumlah dan jenis "dokumen" di semua:. Teks file, kliping koran, buku, foto, peta, musik, kaset video QSR NUD * IST memungkinkan Anda untuk membangun dan memodifikasi pohon-terstruktur "Sistem Indeks" untuk sebuah proyek. Ini adalah repositori untuk mengindeks kode ke dalam dokumen Anda, untuk fakta dan konsep-konsep dan kategori yang ingin Anda gunakan dalam mengatur data Anda, dan untuk komentar. Menjadi pohon-terstruktur, Sistem Indeks bertindak sebagai penyelenggara taksonomi yang kuat tetapi sederhana dari ide-ide Anda dan mengindeks data Anda. Tidak ada batasan ukuran atau kapasitas data Indeks System proyek (kecuali yang dikenakan oleh batas memori komputer Anda). Pohon-pohon Indeks dapat disusun kembali dengan mudah dan fleksibel sebagai ide-ide Anda dan pemahaman dari proyek penelitian Anda tumbuh dan berubah. Dokumen yang diimpor secara tunggal atau dalam batch, dalam teks biasa dengan format otomatis ke unit yang dipilih dari teks. Coding di layar, dengan akses langsung baru untuk sistem kode, peneliti dapat memantau dan mengelola munculnya ide-ide.Materi kode ditampilkan untuk refleksi, revisi coding dan coding-on untuk kategori baru.Dengan pencarian pengkodean atau teks diakses oleh yang baru, tampilan visual, peneliti dapat menguji hipotesis, mencari pola atau mengejar garis penyelidikan ke sebuah kesimpulan percaya diri. 
QDAMiner
"QDA Miner is program yang sangat mudah digunakan untuk analisis data kualitatif dalam pemberian kode , kutipan, . program ini dapat mengatur jumlah data yang besar dan mengkombinasikan dengan data-data angka dan informasi-informasi lainnya yang telah dikategorikan. QDA Miner juga menyediakan piranti untuk menjelaskan hubungan antar kode dan beberapa data angka lainnya.
Perangkat lunak ini dapat mengelola proyek yang kompleks melibatkan sejumlah besar dokumen digabungkan dengan informasi numerik dan kategoris. QDaMiner juga menyediakan berbagai alat eksplorasi untuk mengidentifikasi pola dalam pengkodean dan hubungan antara kode yang diberikan dan sifat numerik atau kategoris lainnya. Dokumen disimpan dalam Rich Text Format-dan font dukungan dan format paragraf, grafik dan tabel. Dokumen dapat diedit setiap saat tanpa mempengaruhi pengkodean yang ada.
QDa Miner dapat mengimpor dan mengekspor dokumen, data dan hasil dalam berbagai format file (MS Word, WordPerfect, RTF, HTML, XML, PDF dokumen, MS Access, Excel, Paradox, dBase, QSR N6, Atlas.ti, HyperResearch, Ethnograph, Transana, Transcriber, dll). Ini juga menyediakan integrasi yang unik dengan analisis isi kuantitatif canggih, teks-pertambangan (WordStat) dan analisis statistik (Simstat) alat, memberikan kombinasi yang mudah dan integrasi metode kualitatif dan kuantitatif. 
HyperRESEARCH
Program ini membantu para peneliti untuk memberikan kode, memberikan catatan-catatan penting dan menganalisis data. Dengan bantuan multimedia , HyperRESEARCH dapat memberikan kesempatan meneliti data berupa grafik, audio, dan sumber berupa rekaman video. HyperRESEARCH telah diluncurkan dan digunakan sejak tahun  1991. HyperRESEARCH adalah program yang sangat mudah karena dapat anda bagikan kepada pengguna lainnya misalnya anada bekerja dengan partner atau group penelitian. Atau anada dapat menjual kasus anda kepada peneliti lainnya selama komputer yang digunakan menggunakan  MacOS X or Windows. HyperRESEARCH dapat digunakan untuk penelitian  kesehatan, hokum, sosiologi, antropologi, music, geografi, geologi, pendidikan theology, filsafat, sejarah dan semua bidang yang menggunakan pendekatan kualitatif.

Tools Analisis Penelitian Qualitatif yang lain.


  • AnSWR: "a software system for coordinating and conducting large-scale, team-based analysis projects that integrate qualitative and quantitative techniques" (Free, Windows)
  • ANTHROPAC: "a menu-driven DOS program for collecting and analyzing data on cultural domains. The program helps collect and analyze structured qualitative and quantitative data including freelists, pilesorts, triads, paired comparisons, and ratings. ANTHROPAC's analytical tools include techniques that are unique to Anthropology, such as consensus analysis, as well as standard multivariate tools such as multiple regression, factor analysis, cluster analysis, multidimensional scaling and correspondence analysis." (Commercial, Windows)
  • CDC EZ-Text: "a software program developed to assist researchers create, manage, and analyze semi-structured qualitative databases...The ability to export and import the codebook helps to coordinate the efforts of multiple coders simultaneously working with copies of the same database file." (Free, Windows)
  • C-I-Said: "offers a set of unique features which allow the depth of analysis, normally associated with a programme dedicated to qualitative analysis, within an analytic framework which is quantitative in orientation. Thus open ended coding, using comments and textual annotations, is accompanied by rating scales that can be categorical or numerical in format." (Commercial, Windows)
  • Coding Analysis Toolkit (or “CAT”): a "suite of tools custom built from the ground-up to facilitate efficient and effective analysis of text datasets that have been coded using an internal coding module or the commercial-off-the-shelf package ATLAS.ti" (Free, web-based)
  • Event Structure Analysis: " an on-line Java program that helps you analyze sequential events." (Free; web-based, with download available)
  • LIWC:  "Linguistic Inquiry and Word Count (LIWC) is a text analysis software program... LIWC is able to calculate the degree to which people use different categories of words across a wide array of texts...to provide an efficient and effective method for studying the various emotional, cognitive, and structural components present in individuals’ verbal and written speech samples" (Commercial, with free and limited web analysis available; Windows/Mac)
  • MAXQDA: a tool for qualitative data analysis, evaluation, and text analysis: "supports all individuals performing qualitative data analysis and helps to systematically evaluate and interpret texts...also a powerful tool for developing theories and testing the theoretical conclusions of the analysis" (Commercial, Windows)
  • NVivo: software which "removes many of the manual tasks associated with analysis, like classifying, sorting and arranging information, so you have more time to explore trends, build and test theories and ultimately arrive at answers to questions." (Commercial, Windows)
  • Porphyry: "a desktop client for qualitative analysis of images and qualitative analysis of texts."(Cross platform, Open Source)
  • Qualrus: "qualitative data analysis tool that helps you manage unstructured data. Use it to analyze videos of interviews, organize field notes, categorize paintings or photographs, measure survey responses and much more.." (Commercial; Windows, Mac or Linux with virtual Windows environment)
  • SEASR: tools & frameworks for sharing data and research (including data analysis) in virtual work environments (Free; open source, Windows/Mac/Linux)
  • TAMS Analyzer: "an open source qualitative package for the analysis of textual themes. It can be used for transcribing digital media and for conducting discourse analysis in the social and cultural sciences." (Free, Mac/GnuStep)
  • Transana: a "software for professional researchers who want to analyze digital video or audio data. Transana lets you analyze and manage your data in very sophisticated ways. Transcribe it, identify analytically interesting clips, assign keywords to clips, arrange and rearrange clips, create complex collections of interrelated clips, explore relationships between applied keywords, and share your analysis with colleagues." (Commercial; open source, Windows/Mac)
  • Weft QDA [Review]: "an easy-to-use tool to assist in the analysis of textual data such as interview transcripts, written texts and fieldnotes" (Free, Windows/Linux)


Referensi :
American Evaluation Association, Qualitative Softwarecaqdas Networking Project: Provides "practical support, training and information in the use of a range of software programs designed to assist qualitative data analysis."

Bogdan, Robert C., and Sari Knopp Biklen. 1998.Qualitative Research in Education: An Introduction to Theory and Methods. 3rd ed. Allyn and Bacon.

Google Directory Listing of Qualitative Research ToolsOnline QDA: "a set of training support materials which address common problems (both early and advanced) of using Qualitative Data Analysis (QDA) methods and selected Computer Assisted Qualitative Data AnalysiS (CAQDAS) packages"



Richards, T.J & L. Richards. (1994). Using Computer in Qualitative Research”. Dalam Denzim, N.K & Y.S. Lincoln (Penyunting). Handbook of Qualitative Research. Thousands Oaks: Sage Publication.

Weitzman, E. A. and Miles, M. B. (1995a). Choosing software for qualitative data analysis: An overview.Cultural Anthropology Methods, 7: 1-5. 

Weitzman, E. A. and Miles, M. B. (1995b). Komputer programs for qualitative data analysis: A software sourcebook. Thousand Oaks: Sage.



»»  READMORE...

Grounded Research

Oleh Mudjia Rahardjo

A.    Pengantar
Judul di atas sengaja menggunakan frase “sekali lagi” dalam tanda kurung karena penjelasan mengenai ‘grounded research’ sebenarnya sudah pernah saya uraikan melalui web ini dengan judul tulisan “Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif” beberapa waktu lalu. Tulisan tersebut memang tidak secara khusus menjelaskan mengenai ‘grounded research’ karena memang hanya menguraikan jenis-jenis penelitian kualitatif secara umum. 
Saya tidak menyangka bahwa tulisan tersebut memperoleh banyak respons dan pertanyaan dari para kolega, mahasiswa, peneliti dan masyarakat umum yang memiliki minat dalam penelitian, khususnya penelitian kualitatif, termasuk pertanyaan tentang ‘grounded research’.  Saya sangat senang merespons pertanyaan dan komentar-komentar tersebut karena menggambarkan tumbuhnya semangat (ghiroh) yang tinggi di masyarakat  kita. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi penjelas bagi para peminat metodolologi  penelitian.

B.     Apa itu Grounded Research?
Sebagaimana jenis penelitian kualitatif lainnya, grounded research juga berangkat dari kasus yang unik, berskala  mikro, berlatar alami, dengan tujuan akhir untuk menghasilkan teori (generating theory) berdasarkan data, bukan untuk membuktikan teori (verifying theory). Karena itu, jika  peneliti kualitatif yang di akhir penelitiannya menyatakan bahwa teori yang dihasilkan sesuai atau tidak sesuai dengan teori tertentu tentu tidak tepat. Dengan menyatakan sesuai atau tidak sesuai dengan teori X, misalnya, maka tanpa disadari peneliti telah melakukan verifikasi atau pembuktian teori.  Padahal, pembuktian teori merupakan tujuan akhir penelitian kuantitatif yang didahului dengan perumusan hipotesis. Karena itu, hipotesis mutlak diperlukan dalam penelitian kuantitatif.

Sayang, dari beberapa kali ujian setingkat skripsi, tesis bahkan disertasi pernyataan seperti itu masih sering saya jumpai. Bahkan pernah terjadi seorang mahasiswa magister dikejar pertanyaan oleh seorang penguji (tesis)  tentang verifikasi teori tersebut. Dengan keringat panas dingin, mahasiswa tersebut berusaha sekuat tenaga menjawab pertanyaan sang penguji yang sejatinya salah tersebut. Dalam batin saya, ini bahayanya jika penguji metodologi tidak memahami hakikat penelitian kualitatif dengan baik. Sayangnya, antara mahasiswa dan dosennya sama-sama tidak begitu paham. Teta[pi, untuk menghormati forum ujian, saya diam saja, walau sebenarnya tidak sabar juga untuk segera meluruskannya. Usai ujian, saya meluruskan pandangan dosen tersebut dengan memintanya untuk membaca tulisan-tulisan saya mengenai metodologi penelitian, khususnya kualitatif, dan membandingkannya dengan metode penelitian kuantitatif.

Kembali ke permasalahan di atas. Penelitian jenis ini (grounded) dikembangkan pada tahun 1967 oleh Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss dengan diterbitkannya buku berjudul The Discovery of Grounded Theory. Tetapi di Indonesia mulai dikenal sekitar tahun 1970.  Kehadirannya menghebohkan para ahli penelitian kualitatif  sebelumnya yang selalu berangkat dari teori untuk menghasilkan teori baru. Teori dipakai sebagai alat untuk memahami gejala atau fenomena hingga data yang diperoleh. Asumsinya, tanpa teori sebagai sebuah perspektif, peneliti tidak akan mampu memahami gejala untuk memperoleh makna (meaning), sehingga bisa jadi gejala yang penting  pun untuk menjawab masalah penelitian terlewatkan  begitu saja karena peneliti  memiliki kelemahan atau kekurangan wawasan mengenai tema yang diteliti, baik  secara teoretik atau yang disebut sebagai perspektif teoretik maupun wawasan empirik yang diperoleh dari pelacakan studi atau penelitian sebelumnya.  Karena itu, perspektif teoretik  dan wawasan empirik (studi terdahulu) biasanya dimuat pada Bab II yang berisi tentang  Kajian Pustaka yang dalam bahasa Inggrisnya biasanya ditulis “Review of the Related Literature”. .

Penelitian model grounded menawarkan pendekatan yang berbeda dari jenis penelitian kualitatif yang lain, seperti fenomenologi, etnografi, etnometodologi, dan studi kasus.Grounded research tidak berangkat dari teori untuk menghasilkan teori baru (from a theory to generate a new theory), melainkan berupaya menemukan teori berdasar data empirik, bukan membangun teori secara deduktif logis. Teori yang dihasilkan lewat kerja yang sistematik dan sistemik  itu disebut  grounded theory, dan model penelitiannya disebutgrounded research.

Penelitian model grounded ini berkembang sangat pesat beberapa tahun terakhir ini, baik dari sisi kuantitas maupun bidang studi  yang menggunakannya, dari yang semula di bidang sosiologi saja sekarang sudah berkembang ke bidang-bidang lain, seperti pendidikan, ekonomi, antropologi, psikologi, bahasa, komunikasi, politik, sejarah, agama dan sebagainya.

Perkembangan penelitian model grounded yang begitu pesat bisa dipahami karena sejalan dengan hakikat dan tujuan penelitian kualitatif, di mana peneliti harus menghindarkan diri dari upaya memverifikasi teori. 

Menurut Glaser dan Strauss sebagai penggagasnya, dengan membawa teori atau perspektif sebelumnya untuk memahami fenomena atau bahkan data mau tidak mau peneliti tentu terjebak pada upaya memverifikasi teori. Misalnya, seorang mahasiswa Program Magister Studi Agama mengajukan penelitian dengan judul penelitian “Persepsi Santri terhadap Pola Kepemimpinan Kyai dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik”, maka tidak bisa tidak peneliti akan melihat pola kepemimpinan kyai sebagai subjek penelitian dari sudut pandang teori Interaksionisme Simbolik. Pada akhirnya, tidak bisa dihindari pula peneliti akan melihat  apakah pola kepemimpinan kyai sesuai dengan teori Interaksionisme Simbolik. Ini yang dihindari oleh grounded research.

Karena itu, grounded research melepaskan teori dan peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data. Dengan kata lain,  peneliti  model grounded bergerak dari data menuju  konsep. Data yang telah diperoleh dianalisis menjadi fakta, dan dari fakta diinterpretasi menjadi konsep. Jadi prosesnya adalah data menjadi fakta, dan fakta menjadi konsep. 

Bagi .peneliti grounded,  dan semua peneliti kualitatif pada umumnya, data  selalu dianggap benar, walau bukan yang sebenarnya, dan karena itu untuk mengetahui atau  menjadikan data menjadi data yang sebenarnya ada proses keabsahan data yang disebut  triangulasi data. Karena itu, triangulasi wajib dilakukan untuk memperoleh data yang kredibel. Kredibilitas data sangat menentukan kualitas hasil penelitian.

Karena tidak berangkat dari teori, sering disebut peneliti grounded ke lapangan dengan “kepala kosong”. Sayang, dalam kenyataannya istilah “kepala kosong” disalahpahami. Maksudnya “kepala kosong” adalah peneliti tidak berangkat dari kerangka teoretik tertentu, sebagaimana contoh judul penelitian di atas, tetapi langsung terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data. 

Dengan tanpa membawa kerangka teoretik  atau sebuah konsep, maka diharapkan peneliti dapat memotret fenomena dengan jernih tanpa harus  memaksakan data empirik untuk menyesuaikan diri dengan konsep teoretik. Atau dengan kata-kata lain, istilah “kepala kosong” artinya adalah  peneliti melepaskan sikap, pandangan, keberpihakkan pada teori tertentu Sebab, keberpihakkan semacam itu dikhawatirkan kegagalan peneliti menangkap fenomena atau data yang diperoleh secara jernih karena sudah dipengaruhi oleh pandangen sebuah teori yang dibawa.

Namun demikian, peneliti grounded tetap wajib memiliki wawasan teoretik mengenai tema yang diteliti, termasuk mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu. Sebab, bagaiamana seorang peneliti bisa memahami gejala atau fenomena yang terjadi tanpa memiliki wawasan teoretik mengenai fenomena tersebut. Karena itu, membaca teori atau konsep terkait dengan permasalahan penelitian tetap dilakukan  oleh peneliti grounded.

C. Langkah Teoretisasi Penelitian Grounded
Karena tujuan akhir penelitian grounded ialah untuk menghasilkan teori berdasarkan data, maka terdapat tiga (3) langkah penting untuk menghasilkan teori tersebut, yaitu konseptualisasi data, kategorisasi, dan proposisi. Konseptualisasi adalah langkah memahami data secara jeli untuk melahirkan konsep. Caranya, semua data dibaca dengan cermat untuk diperoleh kata-kata kunci. 

Dari kata-kata kunci akan diperoleh label secara konseptual. Misalnya, konsep tentang “kepemimpinan”, “etos kerja”, “idealisme”, “reward and punishment”  dan sebagainya.

Kedua, adalah kategorisasi konsep. Jika konsep berangkat dari pelabelan data dari kata-kata kunci, maka kategorisasi adalah tahap mengumpulkan konsep-konsep secara lebih abstrak. Langkah untuk memperoleh kategori adalah dengan cara mencari perbedaan dan persamaan masing-masing konsep. 

Data dengan ciri-ciri yang sama dikelompokkan ke dalam satu kelompok kategori. Yang berbeda untuk sementara disingkirkan sambil mencari jika ada data yang memiliki ciri-ciri yang sama lagi dalam pembacaan data lebih lanjut.

Ketiga adalah melahirkan proposisi. Proposisi adalah pernyataan yang mengandung hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai atau benar atas sesuatu yang relevan dengan keadaan di lapangan. (penjelasan selanjutnya tentang proposisi bisa dibuka pada buku filsafat ilmu atau logika). Penyusunan konsep, kategori, dan proposisi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan teori, sebagai tujuan akhir dari grounded research.

D. Penutup
Penelitian model grounded merupakan varian lain dalam tradisi penelitian kualitatif dengan ciri-ciri model kerja yang berbeda dengan model penelitian-penelitian kualitatif yang lain pada umumnya.Perbedaan mencolok terletak pada posisi dan peran teori yang dikembangkan. Jika penelitian kualitatif pada umumnya berangkat dari perspektif teoretik tertentu untuk dikembangkan menjadi teori baru, maka penelitian grounded justru menyingkirkan teori dan langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Dari data akan dihasilkan teori baru. Namun demikian tidak berarti peneliti grounded akan “berkepala kosong” ketika ke lapangan mengumpulkan data, melainkan tetap diperlukan wawasan teoretik mengenai tema atau topik yang diteliti agar bisa memaknai setiap informasi atau data yang diperoleh. Tanpa wawasan teoretik, informasi yang sangat penting tidak bermakna dan terlewat begitu saja, Dan, itu adalah kehilangan momen yang sangat penting bagi seorang peneliti grounded.

Penelitian grounded memang tidak mudah, terutama pada tahap analisis data, apalagi bagi peneliti pemula. Tetapi tidak berarti tidak bisa dilakukan.  Kualitasnya pun sangat ditentukan oleh langkah-langkah yang dilakukan secara baik, benar, dan disiplin. Proses yang benar akan menjamin ditemukannya hasil akhir, yakni teori yang benar pula. Selain prosesnya harus benar, penelitian grounded menuntut data yang  kredibel. Data yang kredibel merupakan bagian yang tidak bisa ditawar. Lebih dari itu, kejujuran seorang peneliti juga merupakan prasyarat utama untuk menghasilkan kesimpulan (teori) yang benar. Selamat mencoba !
___________
Pulau Seribu, 15 Oktober 2011

Catatan:
Tulisan ini dirangkum dari beberapa sumber, terutama buku “The Discovery of Grounded Theory” Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss, dan  buku “Basic of Qualitative Research: Grounded Theory, Procedures and Techniques”, karya Anselm Strauss dan Juliet Corbin, oleh Penerbit  Sage Publication, Inc. tahun 1990.

»»  READMORE...

Regresi Linear Berganda

Konstanta Negatif: Benar atau Salah?

Persamaan dasar regresi linear berganda ditulis dengan Y = a + b1X1 + b2X2+…+ bnXn. Nilai konstanta (a) menunjukkan besarnya nilai variabel Y jika variabel X adalah 0. Sedangkan nilai b menunjukkan besarnya perubahan variabel Y jika variabel X berubah sebesar satu satuan.
Pada variabel-variabel penelitian tertentu, tidak sulit untuk membuat interpretasi atas nilai konstanta maupun koefisien regresi. Perhatikan hasil persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 1,2 + 2,5 X1 + 3,2 X2
Misal, variabel Y adalah Return On Equity (ROE), X1 adalah Rentabilitas Aktiva (ROA), dan X2 adalah Hutang. Maka, nilai konstanta 1,2 menunjukkan besarnya Return On Equity (ROE) adalah 1,2 jika nilai Rentabilitas Aktiva (ROA) dan Hutang adalah 0 (nol).
Namun, bagaimana jika yang terjadi nilai konstanta adalah negatif? Sedangkan variabel terikat (Y) yang diteliti adalah tidak mungkin bernilai negatif. Apakah berarti persamaan regresi yang dihasilkannya salah? Perhatikan persamaan regresi berikut ini:
Y = -2,30 + 2,5X1 + 0.07X2
Jika nilai X1 = X2 = 0, akan diperoleh Y = -2,30. Nilai ini adalah mustahil karena bila variabel Y adalah jumlah penawaran tenaga kerja, maka jumlah penawaran tenaga kerja tidak akan pernah negatif.
Maka yang harus diperhatikan adalah memastikan apakah asumsi-asumsi regresi sudah terpenuhi sehingga model regresi dapat dikatakan bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Asumsi regresi linier klasik tersebut antara lain adalah: model regresi dispesifikasikan dengan benar, data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak terjadi multikolinieritas antar peubah bebas, dan tidak terjadi autokorelasi (untuk data yang diurutkan berdasarkan waktu/time series).
Meskipun demikian, konstanta yang negatif ini tidak menjadi masalah sepanjang X1 dan X2 tidak mungkin sama dengan 0 karena tidak mungkin dilakukan. Yang perlu dipertimbangkan justru mencari nilai X1 dan X2 terendah sehingga tidak lagi ada tenaga kerja yang ditawarkan. Misalnya nilai minimum (dan peraturan yang ada) upah terendah adalah Rp 50,- per jam dan usia tenaga kerja adalah 18 tahun. Bila ini dimasukkan dalam persamaan akan diperoleh Y = -2,30 + (2,5).(0,50) + (0,07).(18) = 0,26. Jadi, pada umumnya nilai konstanta yang negatif bukan menjadi alasan untuk menyimpulkan bahwa persamaannya salah (Lihat Rietvield dan Sunaryanto, 1994). sumber
»»  READMORE...

Sistematisasi Logika

A.      Logika Tradisional
Logika ini terbagi 2 yakni :
1.       Logika formil deduktif Aristoteles
Logika ini disebut logika deduktif karena pembuktian diberangkatkan dari premis mayor yang dipandang mutlak benar, untuk membuktikan kasus (yang disebut premis minor) – dan bila cocok (dalam makna implicit) dengan premis mayor, disebut conclusio : kasus itu benar.

2.       Logika materiil axiomatic Euclides
Logika Euclides disebut logika materiil karena pembuktian kebenaran berdasarkan bukti empiri.
Logika Euclides disebut logika axiomatic karena pembuktian kebenaran empiri berdasar axioma atau kebenaran universal yang sudah self evident.
B.      Logika Materiil mu’takhir
Logika ini terbagi 5 yakni :
1.       Logika Klasik : All are completely infinite
2.       Basic pattern of logic
Pola piker ini di eksplisitkan sebagai system berfikir logic mendahului system berfikir logic yang menggunakan first order of logic, second order of logic, & third order of logic.
a.       Empat kausa Aristoteles
·         Causa quod atau kausa efisien
·         Causa ut atau kausa final
·         Kausa formil
·         Kausa materiil
b.      Kausa yang dominan dalam filsafat modern
c.       Immanent cause & transient cause
d.      Causa cognoscendi
e.      Causa fiendi
f.        Physical cause
g.       Rasionalisme Descartes
h.      Empirisme Jhon Locke
i.         Instrumentalisme Barkeley
j.        Konsepkausalitas modern
3.       First order of logic
4.       Second order of logic
5.       Third order of logic
 
»»  READMORE...

Menghitung regresi linear sederhana dengan Excel 2007

Pernahkah anda menghitung regresi linear sederhana, namun saya yakin banyak diantara anda yang menggunakan program SPSS bukan? Kalau cuma untuk menghitung regresi linear sederhana tidak perlu pakai SPSS. Anda bisa menggunakan Excel 2007.
Kita tahu bahwa rumus regresi linear sederhana adalah y= a + b x , dimana y adalah variabel dependen atau variabel tak bebas sedangkan x adalah variabel independen atau variabel bebas. Kenapa y dianggap variabel tak bebas karena kita beranggapan bahwa nilai variabel y dipengaruhi oleh variabel x dan tidak berlaku sebaliknya. Lalu nilai a adalah intercept atau titik potong dan b adalah slope. Nah yang dibutuhkan sekarang bagaimana kita mencari nilai intercept (a) dan slope (b) saja. Jika kita mendapatkan kedua nilai tersebut kita bisa tahu model regresi linearnya bukan? 


Adapun cara menghitung regresi linear sederhana menggunakan excel 2007 menggunakan fungsi excel 2007 untuk mendapatkan model regresi linear sederhana, yaitu
  • =intercept(range sel variabel y ;range sel variabel x) untuk menghitung intercept (a)
  • =slope(range sel variabel y ;range sel variabel x) untuk menghitung slope (b)
Contoh perhatikan tabel dibawah ini (sebagai ilustrasi worksheet excel):

A
B
1
Luas Panen (Ha)
Produksi Padi (Ton)
2
1
5,6
3
3
14
4
1,2
6,4
5
2,5
13
6
0,8
4,9
7
2,3
12
8
1,3
7
9
3,5
20

Perhatikan pada contoh diatas, apakah anda bisa menentukan yang mana variabel bebas dan tak bebasnya ? Okay variabel tak bebasnya (y) adalah Produksi Padi dan variabel bebasnya (x) adalah Luas Panen.
Lalu berdasarkan fungsi excel yang saya jelaskan diatas, coba anda ketik pada sel A10 dan B10 untuk menghitung intercept dan slope regresi linear sederhana tersebut. 
=intercept(B2:B9;A2:A9) untuk menghitung interceptnya (a), hasilnya0,33
=slope(B2:B9;A2:A9) untuk menghitung slopenya(b), hasilnya 5,15
Jadi berdasarkan hasil perhitungannya, maka model regresinya yaituY=0,33+5,15 x
»»  READMORE...

Interpretasi Output Data SPSS

 
Regressi Linear Berganda
Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh sikap pimpinan perusahaan, kondisi keuangan, dan iklim organisasi terhadap kepatuhan pajak di Kota Ambon. Setelah melakukan pengumpulan data kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak SPSS Ver. 19. 

Variables Entered/Removed
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1
Iklim Organisasi, Sikap, Kondisi Keuangana
.
Enter
a. All requested variables entered.

Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.552a
.304
.270
.75561
a. Predictors: (Constant), Iklim Organisasi, Sikap, Kondisi Keuangan

ANOVAb
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
15.234
3
5.078
8.894
.000a
Residual
34.828
61
.571


Total
50.062
64



a. Predictors: (Constant), Iklim Organisasi, Sikap, Kondisi Keuangan
b. Dependent Variable: Kepatuhan Pajak

Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
-.403
.609

-.662
.510
Sikap
.422
.125
.373
3.372
.001
Kondisi Keuangan
.048
.123
.047
.394
.695
Iklim Organisasi
.289
.116
.300
2.490
.016
a. Dependent Variable: Kepatuhan Pajak

Berdasarkan hasil olah data tersebut, diperoleh persamaan regresi berikut ini.
Y = -0,403 + 0,422 X1 +  0,048 X2 + 0,289 X3

Berdasarkan persamaan regresi berganda seperti di atas, selanjutnya dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
  1. Nilai koefisien b0 sebesar -0,403 berarti apabila variabel-variabel X sama dengan nol maka diperkirakan kepatuhan pajak wajib pajak badan akan menurun.
  2. Nilai koefisien b1 = 0,422 menunjukkan adanya pengaruh yang searah antara sikap kepatuhan pajak dengan kepatuhan pajak wajib pajak badan di Kota Ambon. Artinya, apabila sikap kepatuhan pajak baik maka tingkat kepatuhan pajak diprediksi juga akan baik dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap.
  3. Nilai koefisien b2 = 0,048 menunjukkan adanya hubungan yang searah antara variabel kondisi keuangan dengan kepatuhan pajak wajib pajak badan di Kota Ambon. Hal ini berarti jika kondisi keuangan perusahaan mendukung atau tidak bermasalah maka diperkirakan kepatuhan pajak wajib pajak badan di Kota Ambon juga akan meningkat.
  4. Nilai koefisien b3 = 0,289 menunjukkan adanya hubungan yang searah antara variabel iklim organisasi dengan kepatuhan pajak. Artinya, jika iklim organisasi mendukung maka dapat diprediksi kepatuhan pajak wajib pajak badan di Kota Ambon juga akan baik.

 Berdasarkan hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa seluruh variabel yang dimasukkan dalam model seperti ditunjukkan pada persamaan regresi di atas semuanya memiliki pengaruh yang positif (searah) sehingga jika variabel-variabel ini mendukung maka diperkirakan akan menyebabkan tingkat kepatuhan pajak akan baik pula.

Hasil olah data untuk ANOVA menunjukkan nilai F (Value) = 8,894 dengan nilai P (Prob > F) atau signifikansi 0,000a memberikan informasi tentang signifikansi model pada taraf kepercayaan 95 % (a = 0,05), ini berarti model yang dipakai signifikan secara statistik karena P < a = 0,05 (0,000 < 0,05). Karena model signifikan, maka penafsiran, peramalan atau inferensi yang lain dapat dilakukan dengan menggunakan model regresi tersebut.

Berikutnya akan dilihat tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara variabel bebas terhadap variabel terikat, demikian pula dengan tingkat determinasinya. Tingkat korelasi variabel bebas terhadap variabel terikat ditunjukkan oleh nilai R sebesar 0,552 yang memberikan informasi bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara variabel sikap kepatuhan pajak, kondisi keuangan, dan iklim organisasi terhadap kepatuhan pajak wajib pajak badan di Kota Ambon. Besarnya daya ramal model diberikan oleh nilai koefisien determinasi yang disimbolkan dengan R2 (R-Square) sebesar 0,304 yang berarti model mempunyai daya ramal sebesar 30,4 % atau sekitar 30,4 % variasi naik turunnya kepatuhan pajak dapat dijelaskan oleh model atau dengan kata lain variasi perubahan kepatuhan pajak dipengaruhi oleh variabel-variabel sikap kepatuhan pajak, kondisi keuangan, dan iklim organisasi sedang sisanya sebesar 69,6 % diakibatkan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model analisis. 
»»  READMORE...