Minggu, 18 Desember 2011

“Camar Angkuh”

Ini hanyalah kisah camar yang merasa dirinya paling bermartabat

Merasa paling tinggi kedudukannya di antara burung camar

Camar yang mampu terbang menukik dengan cara yang hebat

Semua camar mengangguk padanya dengan hikmad, bukan dengan hormat

.

Tapi, ketika camar melakukan penerbangan seorang diri yang indah

mendarat di atas danau yang dipilihnya untuk mengadakan pertemuan

hampir tak ada seekor camarpun yang hadir

Ia hanya menemukan seekor camar kecil

Selanjutnya sunyi senyap

.

Tak lama kemudian sang camar merasa

bahwa keinginan-keinginannya mulai mereda

Merasa heran dan aneh, ia terbang ke angkasa luar

Dalam kelenaan ekstase mengalami kebebasannya

Dan keagungan hidup perjalannya menuju kesempurnaan

.

Ia terbang semakin lama semakin tinggi, dan akhirnya disergap oleh maut

Nasibnya dapat dibandingkan dengan nasib tokoh mitologi Yunani, “Ikaros”,

yang merekatkan sayap dengan lilin pada badannya

dan hendak terbang menuju matahari

Tapi akhirnya menebus perbuatannya yang berani, dengan “KEMATIAN”

0 comments:

Posting Komentar