Ini hanyalah kisah camar yang merasa dirinya paling bermartabat
Merasa paling tinggi kedudukannya di antara burung camar
Camar yang mampu terbang menukik dengan cara yang hebat
Semua camar mengangguk padanya dengan hikmad, bukan dengan hormat
.
Tapi, ketika camar melakukan penerbangan seorang diri yang indah
mendarat di atas danau yang dipilihnya untuk mengadakan pertemuan
hampir tak ada seekor camarpun yang hadir
Ia hanya menemukan seekor camar kecil
Selanjutnya sunyi senyap
.
Tak lama kemudian sang camar merasa
bahwa keinginan-keinginannya mulai mereda
Merasa heran dan aneh, ia terbang ke angkasa luar
Dalam kelenaan ekstase mengalami kebebasannya
Dan keagungan hidup perjalannya menuju kesempurnaan
.
Ia terbang semakin lama semakin tinggi, dan akhirnya disergap oleh maut
Nasibnya dapat dibandingkan dengan nasib tokoh mitologi Yunani, “Ikaros”,
yang merekatkan sayap dengan lilin pada badannya
dan hendak terbang menuju matahari
Tapi akhirnya menebus perbuatannya yang berani, dengan “KEMATIAN”
0 comments:
Posting Komentar