by: Reca Ence Ar
.
Kembali ku lirik hari
Kubaca setiap jam bercerita, dan kuteliti detik-detik yang mengusik
Kucari makna dari setiap gerak dan kata
Apa yang harus kususun dan kutata
Kucoba berdiri didepan cermin hati, biar ku tahu biru putihnya diri
Ku usap telapak kaki, agar bisa memperkirakan mampunya langkah
Kutakar cawan perasaan, jangan sampai meluap menerima sikap
Kupagar rumah khayalan, biar keinginan tidak mengajak jalan-jalan ke negeri harapan
Kujernihkan larutan pikiran, agar tidak kuyup mengartikan tingkah
Walau sudah kupersiapkan….
Dari penyadaran sampai keharusan
Dari setiap kemungkinan hingga kemampuan
Sepertinya khayalku terlanjur hanyut
Karam di telaga impian
Begitu kuatkah siraman prilakumu
Hingga merembes tembus ke kekosongan makna
Pengaruh dirimukah yang begitu kuat hingga merubah haluan ilusi
Atau diriku sendiri yang lemah, hingga tak kuasa berkata tidak
Atau pula tuntutan jiwa yang menghendakinya
Mungkin ……..
Aku harus belajar kepada burung-burung, agar bisa terbang dan dapat melihat luas indahnya aneka warna alam
Aku harus belajar kepada ikan, biar bisa menyelami hingga ke dasar bumi dan kupelajari rahasia-rahasia yang tersembunyi
Aku harus belajar sama binatang malam, biar bisa berjalan di kegelapan
Aku harus belajar bernyanyi kepada burung pagi, agar bisa menghibur diri tatkala sepi
Dan
Aku mau belajar kepada siapa saja yang mau mengajariku tentang dunia, tentang hidup, tentang apa saja yang dapat membuat damai dalam kedamaian
Maukah ….?
Yaa Rabb ……
Aku berlindung kepada Mu dari hati yang karam
……
.
EAR Ciputat Jan’10
0 comments:
Posting Komentar