Selasa, 20 Desember 2011

Layang-layang dari Istana

by:Nanag Diyanto Ds
.
Musim kering begini (kemarau menghadapi penghujan) layang-layang jadi alternatif untuk membuang jenuh, bahkan bisa jadi sarana untuk mencari kawan (kolega) dan juga mencari lawan (melihat peta lawan).

Untuk mencari kawan begitu layang-layang di terbangkan (dikibarkan) yang menjadi kawan segera merapat, tidak berani terbang lebih tinggi, selain mencari perlindungan pada layang-layang yang lebih besar juga karena numpang beken sehingga penonton ikutan melihat tampangnya, namun kadang juga kelihatannya kawan namun ketika layang-layang besar mau diturunkan dia segera menyangkutkan [menggesek] benangnyake benang layang-layang besar tadi sehinnga layang-layang besar bisa putus di tengah jalan, ini yang perlu diwaspadai, orang jawa bilang , “Musuh dalam selimut menusuk-ku….” wakakakakakaka.

Mana lawan lebih gampang di lihat, yang ganas langsung menyangkut beradu benang, benang mana yang paling kuat, terkadang tak perlu kepintaran dalam hal ini namun kelicikan dan strategi harus pas, sering kali benang digelas (dikasih tumbukan kaca/gelas yang sudah dihaluskan dan dillumurkan pada benang biar benang jadi tajam sehingga mudah memontong benang lawan) namun kalau nggak pintar malah bisa melukai tangan pemilik layang-layang.

Biasanya layang-layang yang dikasih ekor mempertandakan tidak siap adu alias layang-layang betina, dan bisa dikatakan layang-layang bukan aduan jadi otomatis jarang yang menyangkut untuk beradu.

Strategi main layang-layang sebenarnya mudah cuma tarik ulur - tarik ulur, membuat lawan jenuh dan membuatkawan juga jenuh, wakakakakakakaka ini kadang malah membuat layang-layang besar terbunuh karena sewaktu-waktu ada angin besar dia akan kelimpungan, dan bahkan bisa putus sebelum diturunkan.

Terkadang pula besarnya layang-layang tidak menjamin kekuatannya, terkadang pula layang-layang kecil malah lebih kuat menerpa dasyatnya angin, dengan kata lain makin gendut makin berat juga bebannya.

Wakakakakakakakaka

“Mungkinkah Istana juga suka main layang-layang?”


0 comments:

Posting Komentar