Kamis, 29 Desember 2011

Kata-Kata Mutiara Khalil Gibran

Bahkan jiwa yang paling gembira tidak bisa terbang tanpa tubuh.

Kita sering menyanyikan nina-bobok kepada anak-anak kita supaya kita sendiri bisa terlelap.

Walau gelombang kata-kata selalu menyapu kita, namun kedalaman kita selamanya senyap.

Hanya kalau kamu dikejarlah maka kamu menjadi cepat.

Beri aku telinga dan akan kuberi kau suara.

Kau buta dan aku tuli dan bisu, jadi marilah bersentuh tangan dan saling mengerti.

Tidakkah roh-roh yang mendiami angkasa iri kepada manusia karena bisa merasakan sakit?

Jenius hanyalah nyanyian robin pada awal musim semi yang lamban.

Kealpaan adalah sebentuk kebebasan.

Yang penting bagi manusia bukan hasil yang ia dapatkan, tapi apa yang ia inginkan.

Jika dua wanita berbincang mereka tidak mengatakan apa-apa; jika seorang wanita berbicara dia membuka semua kehidupan.

Ketika kehidupan tak mendapati penyanyi untuk mendendangkan hatinya, dia mencipta filsuf untuk mengungkapkan fikirannya.

Pikiran kita bagai spons; hati kita bagai sungai.

Ada lubang antara khayalan dan pencapaian manusia yang hanya bisa dijembatani dengan kerinduannya.

Rasa cinta dan sayang yang kita eluskan ke hati orang yang kesulitan justru lebih tinggi nilainya daripada kebaikan yang tersembunyi di bilik-bilik peribadatan.

Akal dan belajar itu seperti raga dan jiwa. Tanpa raga jiwa hanyalah udara hampa. Tanpa jiwa, raga adalah kerangka tanpa makna.

Manusia hanya menemukan, ia tidak pernah dapat dan tidak pula ingin menciptakan.

Ingatan adalah sebentuk pertemuan.

Kemanusiaan adalah sungai cahaya yang mengalir dari keabadian ke keabadian.

Sebagian kita seperti tinta dan sebagian lagi seperti kertas. Dan jika bukan karena hitamnya sebagian kita, sebagian kita akan bisu. Dan jika bukan karena putihnya sebagian kita, sebagian kita akan buta.

Apabila orang mabuk impian, dia memandang penggambarannya yang paling kabur mengenai itu sebagai anggurnya.

Alangkah mulianya hati yang sedih yang bisa menyanyikan lagu gembira bersama hati-hati yang gembira.

Nilai manusia terletak pada apa yang diciptakannya, bukan pada jumlah milik yang dikumpulkannya.

Jika hendak memahami seorang wanita, perhatikan mulutnya selagi tersenyum; tapi untuk memahami seorang pria, perhatikan warna putih matanya selagi marah.

Sungguh pedih hidup seseorang yang mendambakan ajal, tapi hidup terus demi orang-orang yang dicintainya.

Kemajuan bukanlah karena memperbaiki apa yang telah kaulakukan, tapi mencapai apa yang belum kaulakukan.

Pernikahan tidak memberi seseorang hak untuk memiliki orang lain, kecuali hak dan kebebasan yang diberikan orang lain pada kita.

Periksalah buku kenangan kemarin, dan engkau akan tahu bahwa engkau masih hutang kepada manusia dan kehidupan.

Kasih-sayang ada dalam hati yang muda; akal-pikiran menuntun hati yang dewasa. Tapi kebanggaan berpidato adalah umur yang uzur.

Pendidikan tidak menyuburkan benih pada dirimu, tapi membuat benihmu tumbuh.

Hanya manusia yang percaya pada kesungguhan hati.

Seorang optimis memandang pada bunga mawar saja, bukan pada durinya; sedangkan seorang pesimis merenungi duri, dan acuh tak acuh pada bunganya yang indah.

Perkawinan adalah kematian atau kehidupan; tidak ada setengah mati atau setengah hidup.

Bunga-bunga padang adalah anak-anak asing sang mentari dan cinta kasih semesta alam, dan anak-anak manusia adalah bunga-bunga cinta dan kasih sayang. 


Yang menurunkan Cinta, yang menciptakan pemberontakan, yang mengagunggkan Kebebasan adalah tiga perwujudan Tuhan. Dan Tuhan adalah ungkapan dari kecerdasan Alam Semesta.

Keraslah kehidupan orang yang menginginkan kematian tetapi terus hidup demi mereka yang dicintainya.

Kemurahan hati tidak berarti memberikan apa yang kau butuhkan lebih dari yang kaubutuhkan, tetapi memberiku apa yang lebih kau butuhkan daripada yang kubutuhkan.

Seseorang harus punya seorang sahabat untuk bercakap-cakap pada saat malam yang sunyi dan selama berjalan-jalan di taman. Dan engkau adalah sahabatku itu kekasihku.

Kenyataan yang terlupa mungkin bakal sirna, meinggalkan tujuh ribu peristiwa dan kejadian yang dihabiskan dalam penguburan dan pembuatan makam.

Kita takut akan kematian, namun kita merindukan tidur dan impian-impian indah.

Dia yang melihat kepada kita melalui mata Tuhan akan melihat realitas kita yang telanjang dan esensial.

Manusia rohani adalah dia yang telah mengalami semua hal-hal duniawi dan memberontak terhadap semua itu.

Sebagian mencari kenikmatan dengan kepedihan; dan sebagian tidak bisa membersihkan diri mereka kecuali dengan kotoran.

Apabila kamu telah rampungkan misteri kehidupan kamu akan rindukan kematian, karena ia tidak lain adalah misteri kehidupan yang lain. Kelahiran dan kematian adalah dua ekspresi termulia dari keberanian.

Dia yang bisa menunjukkan apa yang memisahkan kebaikan dari kejahatan adalah orang yang bisa menyentuh ujung jubah Tuhan.

Iblis mati tepat di hari kamu dilahirkan. Kini kamu tidak harus mengalami neraka untuk menemukan malaikat.

Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit. Kita tebang pohon itu dan jadikannya kertas, dan di atasnya kita tulis kehampaan kita.

Surga ada di sini di balik pintu itu, di kamar sebelah; tetapi aku kehilangan kuncinya. Barangkali hanya terselip entah dimana.

Ketika Tuhan melemparkan aku, sebutir kerikil, ke dalam danau indah ini aku memecah permukaannya dengan lingkaran riak tak terhitung. Tetapi ketika aku sampai ke dasarnya aku diam tak bergerak.

Jika Tuhan menolak orang-orang yang menempuh jalan lain dalam mencari keabadian, niscaya tidak akan ada seorang pun yang akan mengingat-Nya.

Ketakutan akan neraka ialah neraka itu sendiri, dan kerinduan akan surga ialah surga itu sendiri.

Jauhkanlah aku dari manusia yang berkata, “Akulah lilin yang menerangi manusia dalam menempuh perjalanannya”, tapi dekatkanlah aku pada manusia yang mencari jalannya di bawah cahaya kemanusiaan.

Ia yang melihat kita dengan pandangan Tuhan akan menyaksikan ketelanjangan dan kenyataan kita yang sebenarnya.

Tuhan telah menyalakan obor dalam hatimu yang memancarkan cahaya pengetahuan dan keindahan; sungguh berdosa jika kita memadamkan dan mencampakkannya dalam abu.

Selamatkanlah daku, Ya Tuhan dari lidah ular berbisa, dan dari manusia yang gagal peroleh kemasyuran yang didambakannya.

Jika si bebal mengatakan bahwa jiwa akan lenyap seperti raga, jawabannya adalah kembang pun akan sirna, sekalipun benih tetap ada. Itulah dalil ciptaan Tuhan.

Dalam pendidikan, perkembangan pikiran setapak demi setapak melangkah dari pengalaman ilmiah menuju intelektual, melangkah lagi ke perasaan spiritual, kemudian menuju Tuhan.

Doa adalah lagu hati yang membimbing ke hadapan singgasana Tuhan meski ditingkah oleh suara ribuan orang yang sedang meratap.

Jika kita mau mendalami semua agama, kita akan mendapati diri menyatu dalam kenikmatan agama dan kenikmatan agung, yang lebih dari sekadar persaudaraan.

Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tapi aku menyadari kebodohan itu, dan di situlah letak kehormatan dan pahalaku.

Apabila cangkirku kosong aku terima kekosongannya; apabila ia setengah penuh aku sesali kesetengah-penuhannya.

Ketika kamu mencapai inti kehidupan kamu akan menemukan keindahan dalam semua hal, bahkan di mata yang tidak melihat keindahan itu.

Dia yang ingin ikut merasakan kegembiraanmu tetapi tidak kepedihanmu akan kehilangan kunci salah satu dari tujuh pintu surga.

Kita tidak boleh lupa bahwa masih ada penghuni-penghuni gua; Gua-gua itu adalah hati-hati kita.

Tuhan menjadikan Kebenaran banyak pintu untuk menerima setiap pengiman yang mengetuknya.

Si percaya akan sangsikan keadilan bila dia melihat tipuan serigala mengalahkan keadilan singa. Takut akan iblis adalah salah satu jalan menyangsikan Tuhan.

Tuhan tempatkan seorang rasul di tiap jiwa untuk membimbing kita di jalan yang terang. Tapi banyak yang mencari kehidupan di luar, tidak menyadari kehidupan ada di dalam diri.

Tuhan menjadikan tubuh kita kuil untuk jiwa kita, dan kuil-kuil itu harus dijaga supaya tetap kuat dan bersih agar layak untuk jiwa-jiwa yang menempatinya. 
(sumber)

0 comments:

Posting Komentar